Sebab Sebab Terhalangnya Doa

sebab sebab terhalangnya doa

Sebab Sebab Terhalangnya Doa – Bila doa itu tidak segera menunjukkan tanda-tanda yang diijabah oleh Allah SWT, maka sebaiknya setiap hamba tetap berhusnudzan. Dan perlu mengevaluasi diri mengapa doa kita belum terkabul.

Berikut merupakan beberapa sebab sebab terhalangnya doa :

1. Harta berasal dari yang haram

“Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?” (H.R Muslim).

2. Tidak yakin dalam doanya (hatinya lalai)

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai lagi main-main,” (H.R at Tirmidzi, dishahihkan al-Hakim dan dihasankan al-Albani).

3. Tergesa-gesa

“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa dengan mengatakan: ‘Aku telah berdoa tapi tidak dikabulkan’,” (H.R al Bukhari dan Muslim

4. Doanya mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi

“Tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa atau memutuskan silaturahmi kecuali Allah akan beri 3 kemungkinan,” (H.R at Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan dinyatakan bahwa sanad-sanadnya jayyid(baik) oleh al-Bushiri)

Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba Allah tetap dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa atau memutuskan silaturahim atau tak terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah maksud terburu-buru?” Rasulullah menjawab, ”Ia mengatakan, ‘aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga ia mengabaikan dan meninggalkan doanya itu.” (HR Muslim).

Ibrahim bin Adham menjawab, ”Hatimu telah mati dari sepuluh perkara.  Yakni, pertama, engkau mengenali Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, engkau membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya.

Keempat, engkau mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunah beliau. Kelima, engkau mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya.

Keenam, engkau mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, engkau mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, engkau asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, engkau makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, engkau menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu. 

Sumber : INSPIRASI DATA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *