Hadits Tentang Mencintai Anak Yatim dan Artinya

Hadits Tentang Mencintai Anak Yatim dan Artinya

Hadits Tentang Mencintai Anak Yatim dan Artinya – Yatim adalah anak-anak yang telah kehilangan ayahnya, jadi kita umat Islam patut menyantuni anak yatim. Terutama sebagai Muslim, kita perlu mencintai anak yatim dan membantunya dalam berbagai hal. 

Anak yatim membutuhkan bimbingan dan kasih sayang orang tua untuk mengembangkan kepribadiannya. Namun, dia tidak mendapatkan ini, karena ayah atau ibunya telah meninggal. Karenanya, membutuhkan orang lain yang bisa menggantikan peran orang tua untuk membimbing ke jalan yang benar. 

Tanpa perhatian dan kasih sayang, anak yang kehilangan orang tuanya tidak akan seimbang antara jasmani dan rohaninya yang membuat anak dapat tumbuh dengan seimbang. Karenanya, Rasulullah SAW berpesan agar umat Islam siap menggantikan peran ayah dan ibu dengan jaminan akan berdekatan dengan Rasulullah SAW di Syurga Nya nanti.

Anak Yatim dan Dhuafa

Saat ini banyak orang berpikiran bahwa menyayangi dan mencintai anak yatim hanya dari segi fisik maupun raganya saja, namun yang paling dasar adalah psikologis anak yang paling penting.

Anak yatim sejatinya membutuhkan dan merindukan sosok ayah/ibu sebagai role model dalam melakukan apapun. Mereka membutuhkan orang tua yang bisa menemani hari hari mereka, menjadi teman mengobrol dan menjalani kehidupan seperti keluarga pada umumnya.

Oleh sebab itu alangkah baiknya bila menyantuni tidak hanya berupa materi namun disertai pula dengan membuka komunikasi sesering mungkin guna memahami kebutuhan batin (psikologis) ataupun melihat minat dan bakat yang akan berguna untuk masa depannya kelak.

Berikut merupakan Hadits Tentang Mencintai Anak Yatim dan Artinya 

خَيْرُ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ  بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسَنُ اِلَيْهِ وَشَرُّ بَيْتٍ فِى اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ . رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهُ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ 

“Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah). 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا وَ عَنْ أَبِي  . كَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَأَشَارَ بَيْنَهُمَا (رواه مسلم ) Artinya:”Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim di syurga seperti ini. Beliau menunjukkan telunjuk jari tengah serta beliau merenggangkan antara keduanya”. (HR. Muslim)

Penjelasan 

Hadits di atas  memberikan motivasi kepada kita semua untuk memperhatikan dan peduli dengan anak yatim. Orang yang dengan ikhlas memelihara dan mencintai anak yatim, akan mendapatkan kedudukan tinggi yang nanti nya akan berdampingan dengan Nabi Muhammad SAW layaknya jari tengah dan jari telunjuk.

Dari Sahl bin Sa’ad r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.”

Daud a.s berkata: “Bersikaplah kamu kepada anak yatim sebagaimana seorang bapak yang penyayang.”

Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Saya dan orang yang memelihara  anak yatim di surga, seperti ini (sambil merenggangkan jari telunjuk dan jari tengah).”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *