6 Golongan yang Berhak Menerima Infaq dan Shodaqoh

Yang Berhak Menerima Infaq dan Shodaqoh – Bagi Anda umat Islam pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “infaq”. Infaq sangat terkait dengan sedekah atau berbagi. Tapi apa sebenarnya arti Infaq dalam Islam?

Arti infaq berasal dari kata anfaqa-yunfiqu yang artinya mengeluarkan atau membiayai usaha untuk menjalankan perintah Allah Swt. Menurut Kamus Besar Indonesia edisi kelima, infaq adalah persembahan (sumbangan) harta benda dan sejenisnya (kecuali zakat wajib) selamanya.

Sedangkan menurut istilah infaq artinya mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan / penghasilan untuk kepentingan ajaran Islam atau ummat.

Berbicara siapa yang berhak menerima infaq dan shodaqoh. Infaq termasuk shadaqah untuk rekan Muslim yang miskin, Infaq untuk bencana alam, dll.

Jadi jika arti shadaqah sendiri lebih luas dari pada infaq. Shodaqoh ini berarti memberi kepada orang lain dengan ikhlas dan sukarela, tanpa tenggat waktu dan hitung hitungan.

Yang Berhak Menerima Infaq dan Shodaqoh

Mengapa shadaqah ini lebih luas dari pada infaq, karena shadaqah tidak hanya berarti memberikan atau menyumbangkan aset / materi, tetapi shadaqah ini juga dapat mencakup semua amalan dan amal baik.

Bahkan menurut Hadits Nabi, jika kita tersenyum dengan tulus dan ikhlas kepada sesama, dan berkata baik kepada sesama, ini merupakan sedekah. Berikan kebahagiaan kepada orang lain dalam bentuk apapun yang Allah lakukan juga sedekah.

Dan yang berhak menerima infaq  adalah sebagai berikut :

  1. Orangtua
  2. Saudara 
  3. Orang Miskin (Fakir & Duafa)
  4. Anak yatim
  5. Orang-orang terkena bencana alam.

Memberikan sedekah adalah cara kita menghindari neraka. Dan sebagai orang yang berhak menerima dan menjadi penerima Infaq Shadaqah, sebagai berikut.

Disebutkan di Sayyid Sabiq berjudul Fiqh Sunnah bahwa orang yang paling berhak menerima shadaqah adalah anak anaknya, keluarganya dan semua kerabatnya. Tidak ada yang akan memberi sedekah kepada orang lain jika mereka harus menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Yang Berhak Menerima Infaq dan Shodaqoh

Dijelaskan juga dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah satu dari kalian miskin, mari kita mulai dengannya. Dan jika ada keuntungan seperti itu, berikan kepada keluarga.

Dan jika ada kelebihan sarana, untuk memulai “atau berkata” kepada mereka yang ada hubungannya dengan dia. Dan jika masih ada surplus, mulailah dan ini “. Mereka juga mengatakan bahwa Anda akan menjadi orang berdosa besar bahwa ada orang yang menyia-nyiakan karyawan mereka-nyiakake.

Dan dalam sejarah Muslim dan Abu Dawud, Nabi bersabda:” Sayang sekali bagi seorang pria karena menyia-nyiakan karyawan. . Maka dari itu, jika kita ingin beramal, hendaknya kita memberikan sedekah kepada orang-orang terdekat kita, anak-anak, keluarga atau kerabat.

Nah itu dia orang orang yang berhak infaq dan shadaqah. Semoga informasinya dapat bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *