Perbedaan Dhuafa dan Fakir miskin

Perbedaan Dhuafa dan Fakir miskin

Perbedaan Dhuafa dan Fakir miskin – Kaum dhuafa adalah orang-orang yang ‘lemah’ dalam artian tidak berdaya karena keadaannya. Golongan orang yang hidupnya berada dalam keadaan seperti miskin, tertindas, tidak berdaya serta mengalami penderitaan. Bukan lemah yang berarti malas namun keadaan serta kondisinya benar-benar tidak berdaya.

Terdapat beberapa golongan Dhuafa seperti Anak Yatim Piatu, Fakir Miskin, Mualaf, Korban Bencana dan lain sebagainya.

Dari segi pengertian dan golongannya maka tak heran kaum dhuafa termasuk pada golongan orang yang menerima sumbangan atau donasi karena keadaannya yang membutuhkan uluran tangan untuk mengurangi beban hidupnya yang sulit. 

Lantas apa perbedaannya dengan Fakir dan Miskin? 

Menurut pengertiannya fakir adalah golongan orang yang tidak memiliki pekerjaan serta harta yang layak untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Sementara miskin adalah golongan orang yang memiliki pekerjaan dan harta namun tidak bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhannya. 

Nah, dari sini kita sudah bisa melihat perbedaan antara ketiganya. 

Baca Juga : Donasi Online Terpercaya

Baik kaum dhuafa ataupun golongan fakir miskin, ketiganya masuk ke dalam golongan orang yang perlu mendapat bantuan atau pertolongan. Menyantuni ketiga golongan tersebut akan mendapatkan keistimewaan yang besar seperti dibawah ini :

  1. Allah SWT akan menyelamatkan mereka yang menyantuni kaum dhuafa dari berbagai kesusahan di hari kiamat
  2. Mendapat  kegembiraan disaat mengalami kesulitan. 
  3. Menyantuni kaum yang kurang mampu, terutama anak yatim dapat melembutkan hati seorang muslim. Kasih sayang yang diberikan untuk anak yatim dapat menghilang kan sifat buruk yang ada dalam diri manusia seperti kikir, dusta, iri dingki dan lainnya.
  4. Mendapatkan tempat di samping Rasulullah SAW dalam surga. 
  5. Mensucikan diri dari keserakahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *