Cara Menghadapi Orang Tua yang Pikun dan Keras Kepala

cara menghadapi orang tua yang pikun dan keras kepala

Cara Menghadapi Orang Tua yang Pikun dan Keras Kepala – Orang tua merupakan anugerah dari Tuhan, karena tanpa mereka mungkin kita tidak akan terlahir ke dunia ini. Ketika mereka masih muda, sehat dan bugar, kedua orang tua mengerahkan seluruh tenaga, pikiran, perhatian dan kasih sayangnya yang tidak ternilai itu kepada anak anak mereka termasuk juga kita.

Hal itu mereka lakukan agar dapat memberikan yang terbaik untuk anak anaknya termasuk makanan yang terbaik, tempat tinggal yang nyaman, pakaian yang bagus dan masih banyak lagi kebaikan dan pengorbanan orang tua untuk anak anaknya.

Kemudian ketika memasuki usia lanjut, tenaga dan raga orang tua kita tidak se prima dahulu ketika masih muda, ingatan sudah mulai memudar, rambut pun memutih, kulit yang mulai keriput menandai betapa orang tua kita tidak seperti dulu lagi.Β 

Diantara masalah kesehatan yang dialami orang tua adalah berkurangnya ingatan atau demensia. Demensia bisa menyerang siapa saja. Jika gejala ini mulai terjadi pada orangtua anda, jangan dibiarkan, berilah perhatian.

Demensia atau pikun bukan sekadar pelupa. Itu terjadi karena sel saraf otak berkurang jumlah dan fungsinya serta bagian hippocampus yang mulai mengerut. β€œDemensia atau pikun itu penurunan fungsi kognitif yang disertai perubahan perilaku.

cara menghadapi orang tua yang pikun dan keras kepala

Orang tua yang pikun akan kesulitan mengungkapkan kata kata atau bahasan, menceritakan hal yang sama kemudian tiba tiba kehilangan kegembiraan, enggan melakukan hobi dan menarik diri.

Untuk itu sang anak tidak boleh membiarkannya,Β Pembiaran pada lansia yang pikun akan memperburuk keadaan. Lansia bisa mengalami depresi.

Pada level yang ekstrem, demensia bisa diikuti dengan usaha melukai diri dengan benda disekitarnya, sering menuduh serta marah-marah pada orang lain. Ketika orang tua yang pikun sebenarnya dia mengetahui bahwa dirinya pikun oleh sebab itulah akan memicu depresi.

Kendati tidak bisa disembuhkan, perhatian dari keluarga setidaknya memperlambat fungsi kognitif secara progresif

Ada baiknya agar lansia yang pikun tidak dibawa ke panti jompo. Pasalnya, stimulasi sosial supaya otak tetap bekerja lebih mudah dilakukan keluarga yang sudah mengenalnya.

Cara mencegah kepikunan bisa dilakukan dengan mengajak berbicara, bermain puzzle, bergurau, serta pelibatan dalam diskusi tentang isu yang disukai orangtua.

Keluarga juga perlu memberikan perlakuan tambahan misalnya dengan menempelkan catatan mengenai aktivitas harian lansia. Selain itu, bisa juga dengan menyelipkan label nama, alamat, dan no telepon yang bisa dihubungi. Jangan kaget dengan sikap lansia yang cenderung berubah. Keluarga harus bantu dan terima lansia yang pikun

(sumber : jogja.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *