Bulan Muharram Merupakan Bulan yang Suci dan Mulia

Bulan Muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. Mengapa ? Pertama, bulan Muharram adalah tahun baru Islam. Muharram menjadi awal perhitungan kalender tahun baru hijriyah berdasarkan peredaran bulan (Qomariyah). Al-Sanah Al-Hijriyah mulai berlaku pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra.

Imam Tabiin, Hasan Al Bashri mengatakan, “Sesungguhnya Allah SWT membuka awal tahun dengan bulan Haram (suci) dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih agung di sisi Allah Azza Wajalla setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram”.

Di antara bulan suci yang dimaksudkan pada ayat di atas adalah bulan Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada.

Beliau berkata, “Sesungguhnya zaman telah berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun ada dua belas bulan, darinya ada empat bulan haram, tiga diantaranya adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab adalah bulan Mudhar yang terdapat di antara Jumadats Tsaniy dan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Muharram termasuk bagian dari Asyhurul Hurum (Bulan Suci). Muharram adalah satu dari empat bulan suci dalam Islam. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. At Taubah ayat 36, “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Ketiga, Muharram adalah Syahrullah atau Bulan Allah. Sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Puasa yang paling afdal setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada Syarullah Al Muharram.” (HR. Muslim). Penisbatan bulan Muharram dengan lafaz Allah SWT ini menunjukkan kemuliaan dan kesucian bulan ini.

Keempat, bulan Muharram memiliki hari Asyura. Bulan ini menjadi suci dan istimewa karena di dalamnya terdapat sepuluh hari istimewa. Secara bahasa, Asyura berasal dari bahasa Arab yang artinya hari kesepuluh. Kata Asyura diambil dari kata Al’Asyirah yang artinya kemuliaan dan kesucian.  Itulah mengapa bulan muharram merupakan bulan yang suci dan mulia. (sumber :news.detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *