Perbedaan Zakat dan Wakaf yang Perlu Diketahui

Perbedaan Zakat dan Wakaf Dalam agama Islam, pastinya tidak asing lagi mendengar ke-2 kata ini. Khususnya untuk kita seorang Muslim. Ke-2 kata ini adalah hal yang menjelaskan perihal bahasan yang bersifat materi dalam menolong saudara kita yang memerlukan.

Sebab dengan bayar zakat dan mewakafkan suatu hal sesuai kapabilitas diri kita, sama seperti seperti membantu mengangkat beban mereka. Kita memperoleh pahala, hidup juga dilimpahi karunia oleh Allah SWT.

Tetapi, tahukah kalian perbedaan di antara zakat dan wakaf itu? Benar-benar bila melihat sepintas, zakat dan wakaf terkait dengan materi. Materi di sini yaitu kemampuan kita untuk menolong dengan sesama yang lebih memerlukan memakai harta yang kita miliki.

Tetapi, ukurannya juga sesuai kemampuan masing-masing. Jadi, meskipun harta yang dipunya tidak berapa banyaknya, tetapi untuk kalian yang masih ingin lakukan kebaikan, dengan zakat atau wakaf ini masih dapat melakukannya.

Lalu, bagaimana jika diperdalam kembali perihal perbedaan di antara zakat dan wakaf? Di bawah ini, sedikit penjabaran mengenai perbedaan zakat dan wakaf.

Perbedaan Zakat dan Wakaf

Zakat

Bagi kita seorang Muslim, sudah pasti tahu apa itu zakat. Ya, amalan wajib yang termasuk ke dalam rukun islam ketiga ini biasanya dilakukan di bulan Ramadhan. Tepatnya saat mulai mendekati akhir bulan Ramadhan. Secara umum, zakat ini merupakan besaran harta tertentu yang dikeluarkan umat Muslim yang nantinya akan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Perintah untuk menunaikan ibadah yang satu ini, sudah lebih dari 30 kali disebutkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 43, yang artinya : “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” Maka dari itu, hukum menunaikan ibadah ini ialah wajib bagi umat Muslim.

Baca Juga : 5 Perbedaan Infaq dan Sedekah

Secara garis besarnya, zakat ini dibagi menjadi 2. Yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Jika zakat fitrah wajib dikeluarkan saat bulan Ramadhan atau sebelum melaksanakan shalat Ied, maka zakat mal hanya wajib ditunaikan oleh orang yang hartanya telah mencapai nisab dan haulnya. Dalam penyebutannya, zakat fitrah ini bisa juga disebut sebagai zakat jiwa, sedangkan zakat mal bisa juga disebut sebagai zakat harta.

Wakaf

Wakaf ini adalah bentuk sedekah dalam bentuk aset. Berbeda dengan zakat yang bisa dalam bentuk harta yaitu berupa uang, makanan pokok, dan lain sebagainya. Maka wakaf ini bentuknya asset dari harta yang kita punya. Contohnya seperti tanah, rumah sakit, masjid, dan bangunan umum lainnya yang sifatnya produktif. 

Perbedaan Zakat dan Wakaf

Nanti, nilai dari aset wakaf ini tidak boleh berkurang dan harus bisa dikembangkan lagi secara syariah atau sesuai dengan prinsip Islam. Kenapa? Karena nantinya keuntungan yang didapat dari mengembangkan aset wakaf ini bisa digunakan untuk kepentingan umat.

Dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf, unsur wakaf ada 6. Diantaranya ialah wakif (pihak yang mewakafkan hartanya), nazhir (pengelola harta wakaf), harta wakaf, peruntukkan, akad wakaf, dan jangka waktu wakaf. 

Sedangkan untuk anjuran wakaf sendiri, tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 92, yang artinya : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Nah, tahukah Anda jika mewakafkan aset harta yang bisa Anda wakafkan, Anda akan mendapatkan amal jariah? Maksud dari amal jariah atau sedekah jariah ini ialah pahala yang Anda dapatkan tidak akan pernah putus selama aset yang Anda wakafkan terus bermanfaat bagi banyak orang.

Tentunya, sedekah jariah ini akan sangat bermanfaat bagi kita selaku umat Muslim nantinya di akhirat. Walaupun wakaf ini sifatnya tidak wajib, tapi bagi yang mampu, apa salahnya bukan untuk beramal baik? Saling membantu dengan sesama, membuat orang tersenyum, sudah pasti hidup menjadi lebih berkah.

Nah, itulah perbedaan antara zakat dan wakaf yang bisa Anda ambil informasi serta manfaatnya. Ayo, mulai berbuat baik dengan sesama! Kalau bukan kita yang mengurangi beban mereka, siapa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *